Jaringan Purworejo Big Network.id

Giat dalam menjadi terbaik untuk mencapai kebahagian (www.kroyolor.blogspot.com)

  • Statistik Kunjungan

    • 140,711 kunjungan
  • Purworejo Big Network.id

  • Klik Terbanyak

  • RSS Purworejo Big Network.id

    • Menangkan Hadiah dari Tabloid PULSA | Ulang Tahun Ke-10 Tabloid Pulsa Banjir Hadiah | Fans.tabloidpulsa.co.id/fans/?ref=25087 |Dafar Segera 9 Mei 2013
      Tabloid PULSA pada 21 April 2013 merayakan Ulang Tahun ke-10, Untuk merayakannya Tabloid Pulsa membagi-bagikan Handphone Blackberry Android Windows Phone dan masih banyak lagi.Caranya sangat mudah:1. Klik link/gambar di bawah ini.atau klik link berikut : http://fans.tabloidpulsa.co.id/fans/?ref=250872. Kemudian akan muncul gambar seperti di bawah ini, kemudi […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Bupati Purworejo Lepas 471 Calon Haji | Berita Purworejo 21 September 2012
      Sebanyak 741 orang jamaah calon haji (calhaj) Purworejo, secara resmi dilepas oleh Bupati Drs H Mahsun Zain MAg, di pendopa kabupaten, Rabu (19/9). Dari 741 orang itu, terdiri 376 jamaah pria dan 365 wanita.Menurut Bupati, meningkatnya jumlah calhaj setiap tahun ini dapat sebagai indikator meningkatnya taraf ekonomi masyarakat dan peningkatan ketakwaan. “Pen […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • TVRI 20 September 2012
      Widget by: Script TV Online
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • DWP Kabupaten Purworejo Adakan Pelatihan Sampah An Organik 19 September 2012
      Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo bidang sosial budaya, mengadakan pelatihan pengolahan sampah an organik, yang diikuti perwakilan dari unsur pelaksana DWP Kabupaten Purworejo. Pelatihan dilaksanakan di Aula PKK Purworejo dan dibuka Ketua DWP Kabupaten Purworejo Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo, Sabtu(15/9).Ketua DWP Ny Sri Yuni Astuti Tri Hand […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Tanpa APBD, RSUD Mampu Setor PAD Rp 8 M | Berita Purworejo 19 September 2012
      Untuk menyamakan persepsi diantara pemangku kepentingan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “Saras Husada”, menyelenggarakan diskusi. Topik diskusi tentang pola pengeloaan keuangan badan layanan umum daerah (PPK-BLUD)RSUD “Saras Husada”, Senin (17/9) di aula hotel Plasa. Hadir sebagai nara sumber Ir Bejo Mulyono MML selaku Kasubdit  BLUD Ditjen Keuangan Daerah p […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Perajin Besek Dilatih Teknik Anyaman Melingkar | Berita Purworejo 19 September 2012
      Perajin Besek Dilatih Teknik Anyaman Melingkar Perajin besek Desa Cacaban Lor Kecamatan Bener mendapat pengetahuan baru tentang anyaman bambu. Mereka dilatih teknik anyaman dengan sistem melingkar oleh instruktur dari APIKRI (Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia) Yogyakarta, di desa setempat, beberapa waktu lalu.Kepala Bidang Perindustrian dan Per […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Lowongan Kerja PT. MITSUI LEASING CAPITAL INDONESIA (Semarang) 19 September 2012
      Lowongan kerja :Dibutuhkan kandidat di Semarang untuk mengisiposisi :Credit Marketing Officer ( CMO ) Syarat :-Pria pendidikan min S1 semua jurusan-berpengalaman sebagai marketing diutamakan-umur maksimal 27 tahun-bisa berbahasa inggris minimal pasif-jujur dan ulet, SIM ABusiness Development Officer ( BDO )Syarat :-Wanita cantik, menarik, dan komunikatif-Pen […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Lowongan Kerja PT. PERDANA SYTEM GLOBAL INTERNUSA 19 September 2012
      Kami perusahaan Konsultan dan Developer Sistem Teknologi Informasi sedang menambah kapasitas SDM yang handal dan profesional di bidang IT. Kami membutuhkan :1. Programmer Database / Database Administrator Good Logic & Programming skillMenguasai Delphi / VB / Java / C / C++ / .NetMenguasai SQL (MySql/SQL Server/Oracle)Mampu bekerja dalam Tim & Deadlin […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai Bank Indonesia 19 September 2012
      Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai Bank IndonesiaAsisten SatpamBank Indonesia memberikan kesempatan kepada para putra terbaik yang memiliki integritas dan kompetensi untuk berkarir sebagai: ASISTEN SATPAM dengan tugas: melakukan pengamanan personil dan materiil, melakukan pengawasan, serta menciptakan ketertiban dan ketentraman lingkungan kerja. Wilayah Tem […]
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
    • Lowongan Kerja TNI | Rekrutmen TNI | Loker 19 September 2012
      Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar agar gambar telihat jelas.sumber :http://rekrutmen-tni.ilmci.com/papk/mulai.html
      noreply@blogger.com (Agus rahmat alhaqiqi)
  • masukan email kamu dan baca posting terbaru di blog ini lewat email kamu

    Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

  • $(document).ready(function() { $('#muugs').muugts({ image_size : 20, count : 3, username: "agusrahmata", convert_links : 1, loader_text : "Loading ..." }); });

Tugas TIB SMK TKJ Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan

Posted by joycoy pada 20 September 2011

Tugas TIB

sumber dari berbagai sumber yang ada Penulis Dari Sumber ONNO W PURBO dari ilmu computer maaf klo mau yang lengkap donlot langsung gambar tak tersedia

Melakukan Perbaikan dan atau

Setting Ulang Koneksi Jaringan

 

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah

 

1) Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node. Karakteristik topologi Bus adalah:

– merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.

– Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi

– Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).

– Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti

– Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.

Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya.

Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi

Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalamsistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA

b) Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakanperlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.

Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Konektor BNC

a Konektor RJ 45 b

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300mdengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:

a) Konektor BNC

Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.

b) TerminatorBNC

Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan denganTopologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.

c) TBNC

Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.

2) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan

topologi Star

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hokum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan. Karateristik topologi Star adalah:

a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.

b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.

c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain

d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP

Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk

jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.

Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputihorange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih, biru).

Konektor BNC

Konektor RJ 45

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.

 

Memperbaiki Konektifitas Jaringan padaPC

Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.

Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:

1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP. Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut:

2) Pemasangan Kabel pada Konektor

a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC

Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.

b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45

Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45. Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

1. Kabel Lurus (Straight Cable)

Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch. Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

2. Kabel Silang (Crossover Cable)

Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub. Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer sebagai berikut:

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus

Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Gambaran pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus adalah sebagai berikut:

Keterangan Gambar:

1. Komputer Server

2. Terminator yang mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila ingin mengembangkan jaringan dengan membuka terminator, menyambungkan ke komputer lain dan pada ujungnya harus ditutup kembali dengan terminator tersebut.

3. Kartu jaringan (LAN Card) yang ada pada setiap computer untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut.

4. Kabel Coaxial dengan ujung-ujungnya telah terhubungkan dengan konektor BNC.

5. T BNC yang dikoneksikan ke kartu jaringan (LAN Card) sedangkan 2 conektor lain dihubungkan ke terminator apabila merupakan ujung jaringan ataupun kabel Coaxial dengan conektor BNC untuk menyambungkan ke computer yang lainnya.

6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client.

7. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada system jaringan yang merupakan salah satu client.

b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan

Topologi Star

Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah sebagai berikut:

Keterangan Gambar:

1. Server

2. Kartu jaringan (LAN Card) yang ada pada setiap computer untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut. Yang terhubung antara komputer ke Hub/Swich.

3. Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card).

4. Konektor RJ 45 untuk menghubungkan antara Kabel UTP dengan Kartu Jaringan (LAN Card) dan Hub/switch.

5. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada system jaringan yang merupakan salah satu client

6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client.

7. Kabel UTP Sebagai media penghubung dalam system Jaringan dengan Topologi Star

4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup. Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:

a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)

Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel

Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan.

b) Pemilihan Protocol

Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:

Keterangan Gambar:

1. Memilih add pada configuration Network

2. Memilih protocol

3. Klik add

4. Pilih TCP/IP

5. Klik OK

Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address dan subnet mask.

c) Pengisian IP Address dan Subnetmask

IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam system jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.

  • · Kelas Alamat IP Address

IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak. Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan.

Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:

  • · Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana computer dihubungkan
  • · Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.

Kelas A

Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host.

Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId.

Karakteristik Kelas A:

Bit pertama : 0

panjang NetlD : 8 bit

Panjang HostlD : 24 bit

Byte pertama : 0-127

Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx

Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A

NNNNNNNN HHHHHHHH HHHHHHHH HHHHHHHH

Kelas B

Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host.

Karakteristik Kelas B:

2 Bit pertama : 10

panjang NetlD : 16 bit

Panjang HostlD : 16 bit

Byte pertama : 128-191

Jumlah : 16.384 kelas B

Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx

Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B

Kelas C

Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host.

N = NetId, H = HostId

IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil.

Karakteristik Kelas C:

3 Bit pertama : 110

Panjang NetlD : 24 bit

Panjang HostlD : 8 bit

Byte pertama : 192-223

Jumlah : 256 kelas B

Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx

Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C

Subnetmask

Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.

Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan pemberian normor dilakukan dengan berurutan.

1. Pilih TCP/IP

2. Klik Propertis

3. Pilih specify an IP Address

Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah dalam mengingat dan proses perawatannya.

d) Pemilihan Workgroup Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut. Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Pilih Identification

2. Menu perubahan workgroup Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software maka tindakan perbaikan boleh dibilang selesai tinggal meakukan pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak dialog untuk pengisian user name dan password.

Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC

 

Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:

1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

2) Pengujian konektifitas jaringan

3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah

Dilakukan Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:

1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:

a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak

b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,

c) Pemasangan konektor tidak longgar

d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.

2) Pengujian konektifitas jaringan

Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama

komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.

Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.

Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration) IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE seperti tampilan berikut:

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7

b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.

c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73

d) IP Addres adalah 10.1.1.7

e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi. Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut:

Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut:

Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki. Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.

Option pilihan sharing printer Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printeruntuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak. Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada gambar berikut:

3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah

Dilakukan Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya. Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Onno W. Purbo: TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi, Elek Media Komputindo, Jakarta, 1998

Onno W. Purbo: Buku Pintar Internet Teknologi Warung Internet, Elek Media Komputindo, Jakarta, 1999

Dede Sopandi, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer, Informatika, Bandung, 2004

http://www.ilmukomputer.com diambil pada tanggal 26 Oktober 2004

Make A Comment: ( None so far )

You must be logged in to post a comment.

Liked it here?
Why not tryout the sites on the blogroll…

Theme Fadtastic by Andrew Faulkner. WPMU Theme pack by WPMU-DEV.

// //

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: